RENUNGAN
Kutemukan Allah Pada Selembar Daun
Belakangan
ini pecinta tanaman dihebohkan dengan tanaman yang bernama Janda Bolong.
Sesungguhnya tanaman tersebut sudah sejak lama akrab dengan kita, tanaman
menjalar yang nyaris jauh dari perhatian. Dulu saya turut menanam si Janda
Bolong yang semula tidak tahu apa namanya. Nama yang terasa melecehkan ini saya
duga sengaja dibuat pedagang untuk
menarik perhatian. Seperti juga Gelombang Cinta yang pernah popular
beberapa waktu yang lalu.
Saya
tidak hobi menanam tapi saya sangat menikmati tanaman terutama daun-daun yang
menghijau, ada rasa sejuk ketika memandang aneka tanaman itu, dan rasa damai
yang tak terkatakan.
Saya
ingat lima belas tahun lalu saat sedang mengandung anak yang ketiga, saat itu
saya menjadi senang menanam aneka bunga, mungkin ini adalah nyidam yang
positif. Sebab setelah itu saya menyerahkan aktifitas bercocok tanam pada
tangan dingin suami. Saat itu aneka tanaman saya tanam di halaman rumah yang cuma
sepetak. Tanaman itu saya tanam di pot
dan diletakkan di tanah, selebihnya saya gantung.
Setelah membersihkan halaman dan
menyiram tanaman tinggallah saya nikmati. Saya pandangi satu persatu, saya
temukan keunikan pada setiap daun. Ada yang
kecil berbulu, ada yang bercak-bercak putih, ada yang berwarna unggu ada pula
yang kemerah-merahan, hingga sampai pada daun yang permukaannya
berlubang-lubang, saya pandangi dengan seksama, ada rasa takjub yang tak
terkira. Begitu unik, Yang Maha Indah membuat daun dengan lubang-lubang di
permukaannya , “Sempat-sempatnya” rasa kagum bercampur songong mungkin. Ada
haru yang menyelusup bersama rasa damai, tak terasa air mata singgah di pelupuk
mataku. Pada lembar-lembar daun Allah menunjukkan keindahan-Nya, tak ada alasan
buat kita untuk berlaku sombong.
Betapa banyak pelajaran yang Kau
berikan ya Allah, yang tak pernah saya sadari ada di mana-mana, juga pada selembar
daun. Tak ada yang sia-sia dari
ciptaannya ada hikmah di balik itu semua, tentu saja semua itu untuk
orang-orang yang mau berpikir.

Komentar
Posting Komentar